Sedia Payung Sebelum Hujan!

January 31, 2008

"Sedia payung sebelum hujan!" adalah pepatah lama yang mengandung kebijakan lokal bahwa dalam hidup kita harus senantiasa waspada, selalu membuat perencanaan dan tidak berbuat sembrono sehingga segala sesuatunya bisa berjalan lancar baik untuk saat ini ataupun dimasa yang akan datang.

Dalam dunia bisnis seringkali pepatah tersebut dijadikan landasan supaya pelaku binis tetap waspada terhadap segala perubahan yang terjadi. Karena bisa jadi nilai-nilai yang sebelumnya masih dianggap relevan untuk saat ini, tidak lagi relevan dimasa yang akan datang. Perubahan itu sudah menjadi hakikat kehidupan jadi tidak ada yang absolute (mutlak) harus seperti ini atau harus seperti itu.

Bagaimana dengan pelaku bisnis? hanya yang tanggap terhadap perubahanlah yang bisa bertahan. Setidaknya itulah yang hendak dikatakan Robert T. Kiyosaki dalam Artikelnya berjudul "Keeping Your Business Ideas Fresh": Menurut Robert orang-orang saat ini mengalami masalah dalam bisnis bukan karena gagasan-gagasan bisnisnya sudah tua, kalau tidak mau dikatakan Usang. Suatu gagasan Bisnis menurut Robert akan usang setiap 18 bulan sekali, untuk menjaga tetap segar kita harus memperbaharui secara teratur.

"Dalam dunia yang berubah dengan cepat, tidak ada yang labih membahayakan selain gagasan yang sudah waktunya datang dan pergi. Lihatlah bagaimana Amazon.com mengubah dunia menggantikan penjualan buku model Borders and Barnes & Noble, atau bagaimana Skype meruntuhkan perusahaan raksasa seperti AT&T, atau bagaimana Napster bak torpedo dalam industri rekaman. Kemanakah menurut anda orang-orang yang bekerja untuk majikannya di jaman industrial 10 tahun yang akan datang?…"

"Adalah Kesalahan. Banyak orang seusia saya, mengalami krisis finansial yang serius karena mereka memiliki ide jaman industrial yang tidak pernah diperbaharui—mengingikan keamanan pekerjaan, memperhitungkan pensiun yang seumur hidup, mengandalkan Jaminan Sosial dan Medicare—Sementara mencoba bertahan hidup di jaman informasi"

Meskipun gagasan-gagasan bisnis menjadi kadaluarsa setiap hari, kata Robert ada beberapa hal yang abadi dan sangat essensial tanpa mempedulikan kita hidup dijaman apa, yaitu:

Penuh gairah mengenai produk anda dan apa yang dipertahankan merek anda. Merek mati jika gairah pemimpinnya mati, atau pemimpinya hanya mengejar uang semata.

Bangun sebuah komunitas, Pengusaha yang baik adalah pembangun komunitas "community builders", secara aktif terlibat di dalam komunitas tersebut dan mengerhakan segala usahanya untuk kesejahteraan komunitas. Jika anda mendedikasikan untuk komunitas maka komunitas akan mendedikasikan untuk anda.

Komunikasikan secara jelas. Berbicara dalam bahasa pelanggan anda. Jangan coba membingungkan mereka dengan jargon (istilah-istilah) supaya kelihatannya lebih pintar dari pada mereka.

Katakan apa adanya, dan jangan berbohong. Dalam bisnis, terlalu banyak orang yang akan mengatakan apa saja demi mendapatkan uang anda.

Manusiawi, jangan takut untuk mengatakan "saya tidak tahu" atau "bisakah anda membantu saya?". Jika anda adalah pemimpin yang baik, orang-orang akan dengan senang hati membantu membangun bisnis anda.

Sekarang dan sampai kapanpun, kita semua perlu hati-hati kepada siapa kita mendengar.Hanya karena seseorang lebih tua daripada anda bukan berarti berarti mereka lebih bijaksana.Gagasan mereka mungkin baik untuk kemarin, tetapi besok gagasan itu bisa jadi sudah usang.

sumber :http://finance.yahoo.com/expert/article/richricher/34127

Think Like an Entrepreneur : berpikir seperti pengusaha

August 21, 2007

Dari sekian banyak artikel dan buku-buku how to yang membicarakan tentang “entrepreneurship”, saya kira artikel ini patut dibaca untuk menambah wawasan bisnis Anda, terutama mereka yang sedang dalam proses membangun bisnis atau berencana membangun bisnis.

Ada beberapa pendapat mengatakan bahwa, pengusaha itu dilahirkan, sementara yang lain mengatakan bisa dipelajari. Beberapa orang mendefiniskan pengusaha sebagai artis, sementara yang lain sebagai ilmuwan.

Michael Gerber, the founder and chairman of E-Myth Worldwide, dalam artikelnya berjudul “Think Like an Entrepreneur” menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, seseorang harus memiliki satu kemampuan fundamental, satu kualitas fundamental, satu keterampilan fundamental tanpa ini akan sulit menjadi pengusaha yang sukses. Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan untuk melihat dunia sebagai sebuah sistem.

Without a doubt, every entrepreneur worth his or her salt is a “systems thinker.” They could not do what they do without it.

Apakah “Systems thinker”? pemikir sistem adalah sesorang yang memiliki intuisi dan mampu melihat keseluruhan dari “sesuatu”, baik tunggal, dalam kesatauan, maupun oposisi (yang berlawanan).

Istilah Gerber seperti ini “Sees purpose in everything, and sees the system as the realization of the purpose.”

Bagimana dengan sistem bisnis. Bisnis Anda terdiri dari sekelompok orang yang bekerja dalam sebuah sistem. Sistem bekerja karena ada orang yang menjalakan sistemnya. Bisnis Anda harus systems-dependent, bukan tergantung atas orang, people-dependent.

Tanpa adanya sistem, bisnis Anda menjadi sangat tergantung pada Anda dan segelintir orang yang melakukannya untuk Anda. Jika Anda tidak ditempat, dalam sekejap bisnis Anda berubah menjadi Chaos (kacau-balu). Namun jika Anda memiliki sistem yang benar, sistem ini yang akan bekerja untuk Anda dan dan memungkinkan setiap orang bisa menjalankan sistem tersebut.

Kata Gerber, jika Anda memiliki sistem yang tepat, Anda bisa sewaktu-waktu memutuskan untuk belibur selama 3 bulan tanpa mengganggu bisnis Anda.

……………………………….
Michael Gerber is the founder and chairman of E-Myth Worldwide, where he invented a revolutionary small-business development system that’s been proven in thousands of businesses across the globe.

Menggadaikan Motor Teman

June 11, 2007

Banyak orang beranggapan bahwa, yang sukses di Tianshi hanya orang-orang tertentu saja yang bermodal besar. Faktanya, ada sosok distributor berasal dari keluarga biasa-biasa saja, bisa berhasil dan sukses di Tianshi.

Beliau adalah Iwan Palu, sosok Iwan Palu (biasa disapa seperti itu) berasal dari keluarga pegawai negeri, sebagai Mahasiwa di salah satu PTS Jogjakarta, beliau sangat berbeda dengan kebanyakan mahasiswa  pada umumnya. Untuk berangkat ke kampus saja beliau harus mengayuh sepeda ontel kesayangan, sementara kebanyakan mahasiswa lainnya menggunakan sepeda motor dan mobil.
(more…)

Berpikir Negatif Tidak Menguntungkan

January 4, 2007

oleh;Andrew Ho

“No empowerment is so effective as self-empowerment. In this world, the optimists have it, not because they are always right, but because they are positive. Even when wrong, they are positive, and that is the way of achievement. – Tidak ada kekuatan yang paling efektif dibandingkan kekuatan dari dalam diri sendiri. Di dunia ini, hanya orang-orang optimis yang mempunyai kekuatan besar. Bahkan ketika segalanya berjalan keliru, mereka tetap positif dan itulah jalan menuju prestasi.”
David Landes – California

Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan bahwa berpikir negatif memberikan pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Salah satu pengaruh berpikir negatif adalah melemahkan sistem kekebalan tubuh. Berpikir negatif juga menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi. Dampak yang lebih buruk dari berpikir negatif adalah mengakibatkan seseorang tidak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.

Kisah asmara sepasang muda-mudi berikut ini menjelaskan bagaimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja. Tragedi itu bermula ketika pemuda tersebut harus pergi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Ia merasa tidak lagi pantas memiliki gadis pujaan hati karena cacat kaki.

Terpaksa ia meminta bantuan temannya agar memberitahu kekasihnya itu bahwa ia sudah gugur di medan peperangan. Pasca kejadian itu, ia justru melalui hari-hari dengan keputusasaan, karena ia masih sangat mencintai wanita itu. Hingga suatu ketika ia mendengar bahwa mantan kekasihnya akan segera menikah.

Pemuda tersebut merasa senang bercampur sedih. Di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah dapat menemukan pengganti, tetapi ia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tersebut ingin melihat mantan kekasihnya tersenyum bahagia. Ia sengaja datang pada acara pernikahan dan terus memperhatikan wanita itu secara diam-diam.

Tetapi ia sangat terperanjat ketika melihat calon suami kekasihnya itu. Sebab pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda tersebut sangat menyesal mengapa dulu ia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan untuk mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa ia tidak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif hanya meninggalkan penyesalan.

Kisah tersebut sebenarnya menegaskan bahwa kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memikirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Semoga kita mempunyai satu kesamaan pendapat bahwa berpikir positif itu jauh lebih menguntungkan.

Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup Anda. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula. Berikut ini merupakan tips mengkondisikan diri agar setiap saat berpikir positif.

Tips yang pertama adalah mengurangi informasi negatif. Mungkin Anda cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi informasi tentang hal-hal yang negatif.

Pada saat yang sama, konsumsi berita-berita yang membangkitkan optimisme. Ada baiknya jika Anda berusaha bergaul hanya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Brian Tracy mengatakan, “Get around the right people. Associate with positive, goal-oriented people who encourage and inspire you. – Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir Anda akan lebih positif.

Tips yang kedua adalah memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini Anda dituntut untuk lebih mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Daripada memikirkan tentang sesuatu yang hilang dalam hidup, akan lebih baik bila Anda membuat daftar anugrah Tuhan YME yang membuat Anda merasa lebih bersyukur.

Contohnya jika Anda sedang kesal atas kemalangan yang menimpa, mungkin berupa ban kempes, macet, pekerjaan belum beres, kehilangan dan lain sebagainya. Daripada terus memikirkan kemalangan itu, apakah tidak sebaiknya Anda merenungkan betapa besar anugrah Tuhan Yang Maha Esa, karena keajaiban kerja milyaran sel dalam tubuh Anda. Anugerah itu memungkinkan Anda tetap bernafas, melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Pada saat itulah, Anda akan dapat merasakan bahwa kemalangan yang sedang Anda alami tidaklah seberapa dibandingkan anugrah Tuhan YME. Sehingga Anda dapat berpikir positif lagi dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tips selanjutnya adalah menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan kesan negatif atau trauma. Namun jika trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan Anda. Cobalah sekali lagi memikirkan solusi-solusi konstruktif dan melakukan sesuatu yang memudahkan usaha Anda melupakan segala trauma atau kesan negatif.

Sebaiknya praktekkan beberapa tips tersebut minimal dalam kurun waktu satu bulan. Pada saat itu Anda dapat menilai bahwa cara berpikir sangat menentukan apakah Anda mampu memperoleh hasil negatif ataukah positif. Kata Zig Ziglar, “It’s not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that’s important. – Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.” Pada saat yang sama Anda akan dapat menilai apakah benar berpikir positif sangat memudahkan Anda menjalani kehidupan ini? Setelah itu barulah Anda boleh memutuskan untuk berpikir negatif ataukah berpikir positif saja. Saya sangat yakin Anda mengerti mana yang harus dipilih!

 

 

How to Build a Viable Network Marketing Business

December 23, 2006

As in every business endeavor, some companies without adequate planning, solid foundation and logistics, open shop as network marketing companies, but go under sooner than later causing losses to members instead of the promised gain.

Most other companies (unethical pyramid schemes not backed by useful products) deliberately offer opportunities which are by all means unprofitable to members. Every one unsuccessful network marketer, therefore, creates as many other disgruntled individuals as he or she had introduced into the business.

However, do not let other people’s failures deter you from succeeding. No matter the misgivings associated with Network marketing, evidence abound that this system of “direct sales” business of consumers dealing directly with producers is continuously being adopted by many companies around the world. Very many people are also turning their lives around reaping great rewards doing the same thing most other individuals readily scuff at as too hard and unprofitable.

The reason for failure is just the opposite of the reason for success. You must avoid going into any business without adequate planning, knowledge of the particular business as your foundation, and then WORK, work the knowledge you must have acquired of your chosen program, for these are the three basic necessities that make success in any endeavor.

TO BE ABLE TO IDENTIFY A VIABLE COMPANY IS GOOD PLANNING

A viable company should be product backed.
The company has a physical headquarter-address.
The company’s compensation plan is reasonable and paid as and when due.
There is a track record of company and member’s success.
The company has been around for more than five years.
The company is continuously spreading to other countries.
Membership is international.
The company keeps to its promises to members, e.g. special awards etc.

You see, an adage here says: “It is not wise to give a bad coin to a friend, relative or neighbor, because it dents relationships”. Be sure that any company you chose to join its network marketing business is a successful one. Since network marketing is about introductions, let it not be your lot to introduce anyone to failure. So unless you are absolutely sure of the company you have signed up with, work for your close associate to see your success and voluntarily join you. Images of disrepute hardly goe away, you know.

So you are not satisfied with your ability to settle your bills, your freedom scope, and you are surely in need of a better income stream, but you have heard about numerous failed network marketing schemes or have tried some schemes yourself that did you no good, so you condemn all as worthless? Well, let me tell you here and now that counterfeit is the opposite of the real thing, so find it, find the real thing, it is available.

SUCCESS

Success is like thunder; it requires a lightening which requires a stormy condition to strike. So first you need a goal, a desire to be whatever you want to be, then secondly you need a vehicle for reaching your goal, a solid well oiled vehicle, thirdly, you must learn to drive that vehicle to your goal, to your success.

HOW TO BE SUCCESSFUL IN NETWORK MARKETING

If you join a network marketing company you do so because you want to increase or supplement or engineer a huge conduit pipe of income stream. So the best way to go about recruiting down lines to help you achieve your goal is to go for those who have the same mindsite as you do. People who are motivated like you, people who are on the lookout for business ventures, people who are prepared to understand what it is all about. People who are hungry for success. PEOPLE WHO ARE READY TO CAUSE THE ACTION THAT MUST IMPACT ON THEIR LIVES AND CREATE THE REQUIRED CHANGE FROM SUBSISTENCE TO AFFLUENCE. People who are of this mindset might not be available in your neighborhood, and even if you find a few of them in your locality, remember that you need to build a huge network, so you require quite a good number of such people if you must succeed.

So what must you do?

You must reach out just like a successful network marketing company, spreading your tentacle around the world – thanks goodness – the internet is now here.

HOW TO RECRUIT HUNGRY PROSPECTS

You need a website for your business. This is where people get a first hand information on your business. Your site must speak straight to your prospective visitors about the business. It must be easy to understand what you are putting across, and offer the opportunity of signing up or ordering your products online.

So how do you get those who are hungry for success to visit your site and get to know about your offer?

You may buy a list of people who want to start a new business online and phone them to sound them out on their intentions and see if they fit your scheme. However, beear in mind that not all of them will be interested in your offer. Some will show interest without commitment, so be sure to spend your time only with the overtly interested, they are the ones who will do it like you, the ones who will make your strong legs in the network. Have your website linked to related sites and write articles about your business and submit to article directories regularly. Signup with entrepreneurial emailing programs. Only entrepreneurs signup in these kinds of programs so that anyone who joins your network from there is very likely to come with the advantage of a practicing network marketer.

If you need to increase your earnings, then to achieve your goal, you must remember to: plan, study and work your knowledge of a viable company, introduce leaders into your network and watch the floodgate of exponential income open for you in your network marketing business.

Profil | Penghargaan | Paradigma | Testimonial |

© 2007-2008 Tianshi Community SupportContact Us